TERLEPAS DARI RIBA





Kisah dari Rindang Fitriyah


Kisah saya terjadi di Januari tahun 2016,
pada saat itu saya mau resign dari kantor karena pekerjaan saya jelas berhubungan dengan RIBA.
Saya bingung mau resign tapi masih punya hutang ke Bank, Koperasi Kantor, Kartu Kredit,
Cicilan Rumah dan Mobil.
Di Bulan Januari 2016, saya berkesempatan berangkat Umroh bareng suami. Disana setiap Sholat Wajib dan Sunah selalu berdo'a agar diberi jalan untuk melunasi hutang-hutang kami. Ditambah dengan Shalawat disetiap ada kesempatan.
Suatu hari selesai Sholat Dzuhur di Masjid Nabawi ada SMS Banking ada uang masuk, disusul setelah Ashar SMS Banking kedua masuk. Sujud syukur kami disana. Tiba di Indonesia langsung dibayarkan untuk Hutang Bank dan Kartu Kredit.
Tiba di Indonesia, Do'a dan Sholawat terus dilanjutkan dan kira-kira sebulan sebelum resign rezeki dari Allah datang kembali, saya bisa melunasi hutang ke Koperasi Kantor. Sehingga ketika saya resign benar-benar bebas hutang ke Kantor.

Kami terus berdo'a dan Shalawat untuk menyelesaikan hutang rumah, dan akhirnya bisa Lunas di Bulan September 2016 yang harusnya selesai di tahun 2022.
Sisa hutang kami saat ini Mobil sebelumnya memang fasilitas dr kantor sehingga cicilan ditanggung kantor. Kami hanya mengeluarkan sekiat 20% untuk tambahan cicilannya. Untuk hutang ini setelah pertentangan di keluarga besar agar tidak dilepas dan batin kami sendiri belum rela hasil kerja keras harus dijual. Pada akhirnya akan kami lepas, karena untuk melunasi belum ada uangnya. Mencicil sampai Lunas, apakah masih ada sisa usia kami sampai Mobil ini Lunas. Semoga Allah melancarkan urusan ini, hari ini akan bertemu dengan calon pembeli mudah-mudahan deal dengan harga yang baik.



" Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan? ".
Penghujung tahun 2015 Kami berazzam untuk lepas dari Riba.
Kami tutup semua kartu kredit, semua asuransi meski tak balik modal, menyelesaikan pinjaman-pinjaman ribawi hanya hitungan bulan.
Saya lepas pekerjaan yang sangat dicintai dan menjanjikan secara duniawi namun sangat dekat dengan riba, dan Allah ganti kegiatan lain yang dengannya saya masih bisa mengurus rumah dan belajar berbagai hal yang diinginkan.
Rumah tempat Kami tinggal selesai 6 tahun lebih cepat.



Terakhir Rushy, yang sampai seisi rumah membuat target pencapaian harus selesai tahun 2017 ini. Dipasang di dinding, DP HP, dimanapun sebagai penyemangat. Alhamdulillaah selesai 1.5 tahun lebih cepat kemarin pada tanggal 4 Mei tepat di tanggal yang sama setahun  lalu yang merupakan hari terakhir saya sebagai karyawan.
Nikmatnya ketika harus dikeramas, dicreambath, diceburkan, diangkat, diceburkan lagi untuk membersihkan jiwa yang kotorpun Kami rasakan. Dengannya Kami belajar urusan duniawi cukup dalam genggaman tangan saja, tak perlu merasuk dalam hati sehingga mengotori jiwa.
Semua urusan riba Alhamdulillah Allah beri jalan diselesaikan dengan caranya masing-masing .
Alhamdulillaah, Mobilnya juga sudah laku dijual sisa uangnya kami beli mobil second untuk kebutuhan usaha laundry kami. Selesai gak harus lunas kan, tapi diselesaikan hehehe.
5 Mei 2016 hari pertama sebagai IRT tanpa pekerjaan (Status Karyawan) dan hari ini 5 Mei 2017 hari pertama hidup tanpa riba.
Rasanya? Plooong, Legaaa...

Kini kami songsong masa depan tanpa riba tak lupa panjatkan do'a agar tetap istiqomah dijalannya.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan?".


*Rindang*

*Bogor, 5 Mei 2017*

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "TERLEPAS DARI RIBA"