KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.41

Adhadimohd pixabay.com






Allah Maha Kaya dan penolong umatnya..

Hari ini aku dan suamiku bersama 3 anak kami memutuskan untuk meninggalkan rumah orgtuaku yg kami diami sejak kami menikah (nebeng). Awal menikah dulu suamiku mengajak ngontrak namun aku menolaknya karena apabila orgtuaku selisih paham golok yg akan bermain. Akhirnya suamiku mengalah.

Dalam bbrp tahun kemarin aku mengajak suamiku pindah namun skrg berbalik, suami yg ga mau pindah karena kondisi Papah aku yg sudah di kursi roda. Namun saya sekeluarga sering berselisih paham dengan orgtua. Hingga puncaknya hari Selasa kmrn Papah mengusir kami karena kami tidak menuruti apa kemauannya. Saat itu saya dan suami mempunyai pendapat yg berbeda dengan orgtua. Selama ini kami selalu menuruti kemauan mereka dan mengorbankan keperluan juga keinginan keluarga kecil kami.

Allah menjawab secara nyata kegalauan setelah aku melakukan istikharah...

Aku yakin Allah ga tidur dan akan memberikan hidayah kepada hambanya..


Dan inilah kisah doa yang dikabulkan Allah.






saya seorang mahasisw S3 dan istri saya mahasiswa S2 di UGM, saya menggadaikan SK dosen untuk meminjam uang di salah satu bank untuk persiapan lahiran anak pertama kami di bulan juli 2015. Alhamdulillah anak kami lahir dengan selamat meskipun harus operasi karena pecah ketuban dini dan jantung anak mulai melemah.
Kebetulan saya dosen universitas swasta dan kebetulan saya juga terangkat PNS tahun 2015, karena saya sudah terangkat PNS, gaji saya yang di universitas swasta tersebut dihentikan, sehingga cicilan di bank saya harus terhenti karena jaminan SK saya adalah di universitas tersebut. Karena awalnya saya berpikir gaji PNS saya untuk kehidupan keluarga dan gaji dosen swasta untuk bayar cicilan.

akhir tahun 2015, saya ikut seminar pengusaha tanpa tiba di hotel new safir yogyakarta karena saya dan istri masih status mahasiswa, jadi tinggalnya di Jogja. Dan saya sadar ternyata dosa riba begitu besar dan pada hari itu saya berazam 2017 saya harus melunasi hutang di bank.

Alhamdulillah mulai saat itu saya dan istri menabung dan menjual barang yang bisa dijual untuk menutup utang di bank, bulan Mei 2016 uang saya sudah terkumpul. Dilema datang, bulan juli 2016 saya harus membayar SPP S3 saya dan S2 istri saya, serta kebutuhan penelitian mahasiswa S3 dan S2 yang begitu banyak, sewa kontrakan sudah habis, dan kami juga harus pulang ke Gorontalo karena ayah mertua sedang sakit dan lebaran. Tentunya semua itu membutuhkan biaya puluhan juta.

Tapi dengan keyakinan kepada Allah, saya dan istri melunasi utang di bank bulan Mei 2016. Saya sudah setahun membayar cicilan, tapi ternyata hutang di bank tidak berkurang sama sekali (hutang riba memang gila).

Alhamdulillah pertolongan Allah datang setelah membayar hutang. Uang untuk bayar SPP, biaya tiket pulang ke Gorontalo dan biaya kontrakan terkumpul secara perlahan-lahan dalam waktu hanya 2 bulan, yang datangnya pun dari arah tidak disangka-sangka. Sampai saya dan istri saja saja bingung.

Sejak saat itu, hati menjadi tenang tanpa utang. (meskipun bank tersebut menawarkan lagi hutang dengan jaminan SK PNS saya). Say no to riba..





Saya dan suami pny cita2 menghajikan ortu. Ikhtiar kami adldoa dan menabung. Memohon sm Allah utk diijinkan bs menghajikan ortu, memohon agar dimudahkan, memohon ridhoNya. Niatan kami ini ternyata luar biasa ujiannya, ada sj kendala dan musibah di tengah perjuangan kami. Uang yg sdh terkumpul utk dftr haji hrs terpakai membantu ortu kami. Menabung lg tp msh diuji utk membantu adik2 kami yg kena musibah. Kami tak patah semangat, trs berdoa yakin Allah pny rencana terbaik. Ikhtiar nabung trs dilakoni meski hrs terjatuh-jatuh lagi. 11 tahun perjuangan kami utk mewujudkan ini, siapa yg menyangka cita2 kami ini terwujud dg mudahnya ketika kami mampu meninggalkan RIBA.
Ya.......tahun 2016 adl tahun paling berkesan buat kami sekeluarga. Di tahun inilah proses HIJRAH kami. Kami berazam meninggalkan RIBA, kami lunasi hutang2 kami, kami tutup asuransi2 kami, dan kami gantungkan hidup kami hny pd Allah.
Masya Allah.........trnyt sebln stlh urusan2 RIBA kami tuntas, kami lgsg bs mendftrkan haji ortu kami. Janji Allah itu pasti, kami sdh membuktikan sendiri. Rezki yg Allah beri itu luas, dr arah yg tak disangka-sangka. Allah adl sebaik-baik penolong mk hny padaNyalah kita bergantung.




Bissmillahirohmanirohim, Assalamu'alaikum....
Kami menikah tahun 2007, kami berharap bisa langsung dititipkan amanah. 

Tahun pertama berlalu, kami masih santai, tahun kedua berlalu, kami ikhtiar ke dokter spesialis, hampir satu tahun kami terapi baik saya maupun suami. Alhamdulillah masih belum dikasih, kami menyikapi dengan santai, tapi keluarga kami mulai kemrungsung. 
Saya lupa di tahun ke 2 atau ke 3 kami sedekahkan cincin pernikahan, terapi alternatif pun kami lakukan. Masuk tahun ke 4 kami menyerah dengan ikhtiar dunia. 
Suatu hari kami mendengar tausiyah UYM, riadho 40 hari, sholat malam, sholat 5 waktu di Masjid, puasa sunah, membaca Al-Qur'an dan sedekah, kami berusaha istiqomah melakukannya. 
Dalam do'a2 kami, kami berserah pasrah dan Ridho atas keputusan-Nya apapun itu, di bulan April 2012 satu bulan gaji suami kami sedekahkan semua, Allohu Akbar doa kami terjawab di bulan Mei 2012, saya positif hamil, kebahagian yang tak terkira bagi kami. 
Alhamdulillah sekarang sudah mempunyai sepasang putra-putri yang jarak usianya tidak terlalu jauh. Semoga kami dapat mendidiknya dalam keimanan dan ketaqwaan, Aamiin.
Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum.




Assalamu'alaykum
Bismillah...
Udah sering banget di tolong Allah.Saya terjerat utang Riba yg lumayan besar,tapi tiap bulan di cicil jadi sebagian pendapatan Kami di pakai untuk mencicil hutang2.Berat rasa nya harus mencicil tiap bulan sedangkan pendapatan Kami pas2n hanya sisa untuk makan sehari-hari,tapi Saya selalu mengutamakan bayar hutang,ah gimana nanti aja pasti ada rezeki nya pasti Allah menolong,lahaulla walaquwata ilaa bilah....
Pengalaman Saya di tolong sama Allah di saat di akhir2,di ujung2.Ketika mau melahirkan anak ke-3.satu bln sebelum melahirkan udah meningkatkan ibadah,berdoa sungguh2,banyakin baca qur'an/tilawah,tahajud,shalat dhuha sambil nangis2 mohon kepada Allah agar di tolong untuk biaya persalinan,untuk biaya aqiqah.Terus berdoa tiap hari tanpa putus asa padahal belum ada tanda2 ada pertolongan sampai hari nya melahirkan,Saya ke Bidan tanpa membawa uang untuk biaya persalinan,bismillah...
lahaulla...hasbunallah wa ni'mal wakil,yakin Allah akan menolong di saat yang tepat.
Qadarullah Saya melahirkan di Bidan yang deket tempat kerja,jadi pas udah melahirkan,siangnya temen2 pada datang yang tentunya mereka ngasih amplop hee... yang tentunya isi nya uang.Di hitung2 jumlahnya cukup untuk bayar biaya persalinan bahkan ada sisa untuk biaya aqiqah.Belum cukup sampai di situ aja,pertolongan Allah datang lg,tiba2 orang tua transfer padahal Saya tidak pernah meminta pertolongan siapa pun,Saya tidak mau berharap kpd manusia cukup bergantung kpd Allah biar Allah menggerakan mereka.Saya tdk mau jd beban orang lain.
Alhamdulillah kalau kita yakin dan berbaik sangka,berhusnudzon kpd Allah,pasti pertolongan nya akan datang.

Termasuk keyakinan Saya hari ini,insya Allah hutang2 Riba Saya akan LUNAS dengan pertolongan Allah Subhanahu wata'ala

Itulah salah satu pengalaman Saya,sebenernya masih banyak lg.

Wassalamu'alaikum
. Dan inilah kisah doa yang dikabulkan Allah.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.41"