KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.38







Ridho orang tua adalah Ridho Allah Swt.

Sedikit ikutan berbagi cerita yaa tentang " keajaiban kekuatan doa kecil tapi di kabulkan Allah Sang Maha Besar". Dari jaman kuliah dulu, cita2 dan harapan saya ingin membahagiakan orang tua saya. Oleh karena itu, begitu lulus Diploma saya pun semangat sekali untuk merantau bekerja mngaplikasikan ilmu yang sudah di dapat. Tapi kenyataannya berbeda, kedua orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk bekerja di luar kota karena alsan fisik saya yang mudah sakit (ringkih bahasa jawanya). Dengan hati legowo dan mencoba ikhlas saya turuti keinginan mereka. sampai pada akhirnya saya bekerja dari titik bawah dan terendah di kota saya purworejo sebagai honorer petugas kebersihan di salah satu dinas kabupaten sini. Gengsi sudah saya niatkan untuk di buang jauh2 dari awal. Karena itu saya tidak malu membersihkan sampah jalanan setiap harinya dengan gaji sangat minim. Tapi saya terus semangat. Berusaha bekerja keras pinter2 membagi waktu dengan mencari tambahan kerja sampingan lainnya mulai dari kerja jadi operator komputer, konter, bahkan jadi guru TK. Semua di lakukan dengan harapan ingin mewujudkan impian yaitu bahagiain orang tua. Dan ini berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. Ketika itu saya berdoa sederhana sama Allah : "Ya Allah jika memang ini ridhonya orang tua, Ridhoi juga Ya Allah ijinkan saya membahagiakan mereka dengan cara yang sederhana meskipun Engkau tahu gaji saya kecil ". Subhanallah nggak di sangka selama kerja keras kurang lebih 3 tahun itu Alhamdulillah selama 3 tahun berturut2 bisa mewujudkannya. Tahun pertama, Alhamdulillah bisa mengaqiqahkan ibu saya dengan seekor kambing. Tahun kedua Alhamdulillah bisa berkurban kambing untuk ibu dan Tahun ketiga bisa berkurban untuk bapak. Rasanya seperti tidak percaya, klo di logika manusia gaji yang sedkit tiap bulannya mampu membeli kambing setiap tahunnya, 3 tahun berturut2 pula. Tapi itulah kekuatan doa dengan di imbangi ikhtiar. Man Jadda Wa Jadda.





Dengan sabar dan ikhlas menanti buah hati

Saya laki2 biasa yang memiliki cerita sederhana tentang perjuangan hidup bersama wanita biasa yang sangat istimewa. Cerita ini dimulai tahun 2012 kala itu saya dan istri sangat mendambakan seorang anak. Pernikahan yang cukup lama terasa begitu hambar dan dingin tanpa kehadiran anak diantara kami, sebagai bidan tentu istri saya lebih tahu jalan medis apa yang harus kami tempuh untuk mendapatkan momongan. Walau segala treatmen kami coba Alloh tetap menguji kesabaran kami hingga puncaknya saya tak lagi mampu menjalani rangkaian pemeriksaan yang panjang. Saya menyerah, dalam pasrah dan kekecewaan

Istri adalah wanita luar biasa, dia menggenggam tangan saya saat itu dia minta maaf begitu dalam. Sekilas saya lihat butiran bening diwajahnya, hati saya ikut terluka tapi saya pun tidak mampu berpura2 dalam kekecewaan setelah penantiaan panjang yang tiada celah.
kemudian dia berkata, "iya kita berhenti, lupakan dokter, lupakan obat, lupakan apapun karena sesungguhnya Alloh lah yang berkuasa dan berkehendak dalam hidup kita.
Dia meminta saya untuk menutup semua akses riba, bukan keputusan mudah. Saat itu istri sedang mengambil studi DIV kebidanan, kami sangat berantakan bahkan uang untuk kebutuhan sehari2 sangat sulit kami penuhi. Saya kerja dikalimantan sebagian gaji saya untuk kuliah adek saya dan dia tidak pernah mengeluh. Saat saya pulang cuti saya baru tahu dia hidup sangat tidak layak, makan nasi dengan garam dan berjalan dari ngabean sampai gamping adalah hal biasa. dia lakukan semua untuk menghemat. Azam nya begitu kuat untuk bisa lepas dari riba. Saya menangis dalam pangkuannya. Saya peluk dia dan bibir tidak mampu berkata apapun tapi hati saya bersumpah akan menebus semua ini suatu saat nanti.

Hari2 kami lewati, cicilan demi cicilan selesai dan kuliah istri hampir selesai dan kami begitu dekat untuk saling mengingatkan satu sama lain tentang kwalitas dan kwantitas ibadah kami. Sungguh Alloh Maha Melihat dan berkehendak, 3 bulan menjelang wisuda. Istri sakit hingga harus dirawat, Maha Besar Alloh ternyata itulah kabar baik untuk kami, istri saya hamil 8 minggu. Karena kesibukanya dia sampai lupa klo sudah terlambat menstruasi dan seluruh tubuh saya gemetar. Saya memeluknya dengan kuat! segala upaya kami lakukan selalu gagal tapi mudah saja bagi Alloh jika DIA berkehendak.





kisah nyata keajaiban sedekah yang menakjubkan

Tahun lalu disaat rumah tangga kami sedang dalam keterpurukan, hutang bank untuk buat rumah dan usaha suami semakin merosot tak terkendali. disaat itu pula jalan pintas yang di ambil suami membuat keuangan semakin buruk. Usaha warnet kami redup. setiap malam saya hanya mempunyai kurang dari 30 ribu dari pendapatan warnet. Suami terus dengan judi nya. sampai dengan satu hari dimana penagih2 hutang berdatangan, anak yang masih bayi harus saya gendong kesana kemari menghindari penagih. saya pergi ke halaman belakang, disana saya menanam banyak sekali sayuran. Saya petik daun singkong sambil saya bersihkan rumput2 liarnya. langsung saya masak gulai daun ubi tumbuk (dimedan daun singkong disebut daun ubi), selesai masak saya bungkus pakai plastik gula dan dapat lah 6 bungkus. saya mau bagikan sayur2 ini ke tetangga dan beberapa janda tua yang sudah sepuh. mumpung belum dzuhur dan makan siang mungkin bisa dimakan bersama keluarga mereka nantinya sayur saya ini. batin saya. setelah mengantar sayur saya pulang dan sholat dzuhur, berdoa agar hari ini saya diberi ampunan dan berpasrah menghadapi masalah.
Tak saya pikirkan apa yang akan terjadi apabila penagih besok datang, semua saya serahkan hanya pada-Nya. Karena hanya Allah yang punya rahasia kehidupan saya, Yang Maha kaya, Maha Tahu.

Selepas Ashar saya pergi beli token listrik bersama Abe anak saya, diperjalanan saya di telpon dari pemesan papan bunga ucapan untuk pernikahan anak rekannya tanggal 12 April. Alhamdulillah... 3 papan dipesannya. Senangnya saya bukan kepalang. Sampai rumah pun saya masih senyum-senyum dapat pesanan 3 papan bunga senilai Rp. 500.000. Sesampai dirumah ada 2 orang anak gadis menunggu. Mereka memesan kue tar ulang tahun untuk tanggal 11 April, Alhamdulillah.. dalam hati saya tidak berhenti mengucap syukur. Rp. 80.000 tambahan untuk minggu depan. dan sebelum warnet dan warung saya tutup saya melihat handpone saya yang sedari tadi saya cuekin, ternyata ada sms dari rekan yang meminjam uang saya 3 tahun lalu, beliau sms memberitahu baru saja ditransfer ke rekening saya uang yang di pinjamnya 1 juta rupiah.

Subhanallah... Allah tak akan pernah mengingkari janji-Nya. Allah selalu memperhitungkan sebesar apapun kebaikan yang kita perbuat. Disini saya cerita bukan hendak pamer/riya atau pun menyombongkan diri. Tidak ada yang saya sombongkan dengan hanya 6 bungkus daun ubi tumbuk, Tidak ada hak saya untuk pamer karena apa yang saya sedekahkan semua juga dari Allah. Saya hanya ingin berbagi cerita bahwa sesederhana yang kita lakukan dengan Ikhlas Insya Allah akan dibalas Allah berlipat-lipat kali nikmatnya.





Mengubah mimpi menjadi kenyataan

Assalamualaikum... Bismillah. Waktu saya sekolah madrasah ibtidaiyah/SD saya menemukan gambar dibuku pelajaran PPKn waktu itu seorang ibu yang menunggu suami dan anaknya pulang kerja dan sekolah. Waktu itu aku berkata dalam hati pengen kayak yang digambarkan itu. Selang beberapa tahun waktu smp ada kejadian dilingkunganku yaitu ada tetangga yang berjodoh dengan tetangga dan rumahnya itu selang 1-2 rumah. Beberapa bulan kemudian Hal itu membuat sering cekcok dikarenakan salah satu keluarga ga terima dengan perkataan atau sikap satu keluarga yang lain dan itu berulang ulang. Dalam hati pun aku berpikir kayaknya lebih enak deh dapat jodoh beda kota. Waktu SMA aku kagum ma kakak kelas ketua organisasi ekskul disekolah. Namanya Rizal. Dalam hati pun aku pengen nanti punya suami namanya Rizal tapi bukan kakak kelasku itu. Setelah itu saya kuliah beberapa tahun dan hampir lulus. Alm. Bapak berpesan padaku nak nanti klo kamu mau cari jodoh carilah lelaki yang 1.rajin sholat = karena yang rajin sholat itu pasti orang baik. 2.mau bekerja = karena orang yang mau bekerja itu walaupun dari orang yang miskin atau tidak punya harta itu akan mampu mengubah nasibnya. 3.tidak suka minum (mabuk) = karena dari hal itu semua keburukan berawal maka hindarilah orang yang suka mabuk itu. Aku amiin aja. Setelah itu lulus kuliah tahun 2009 aku nyari kerja kemana mana banyak aja hambatannya. Dari yang waktu interviewnya bentrok, panggilan kerja jauh dari rumah. Aku berpikir apakah ini nasibku untuk dirumah aja. Hampir setengah tahun aku nganggur. Aku pun hampir putus asa melihat kondisi seperti itu sedangkan teman temanku sudah pada bekerja. Tak lama aku dilamar lelaki yang kriterianya seperti yang aku sebutkan diatas. Ya namanya Muhammad Rizal dari luar kota. Tapi nikahnya aku minta nanti aja setelah aku kerja. Orangnya pun sama seperti kriteria yang disebutkan bapak. Setengah tahun aku belum dapat kerja kekasih ku pun mengajak nikah. Aku masih gak mau karena belum bekerja tapi bapak memberi nasihat jikalau menikah nanti akan membuka rejeki sendiri. Akupun berpikir dan bismillah kuterima ajakan menikah itu. Alhamdulillah kehidupanku sekarang bisa dibilang cukup. Keinginan untuk bekerja tidak juga hilang. Setiap ada lowongan kerja. Saya minta ijin pada suami tapi suami tidak mengizinkan dengan alasan siapa nanti yang mengurus anak2. Tapi aku juga masih ingin kerja malu disindir tetangga "tuh kan sarjana juga ujung2nya didapur momong anak, setiap ada reuni sekolah pasti ditanya kerja dimana aku malu jawabnya jadi ibu rumah tangga. Tapi suamiku membesarkan hatiku dengan jawab aja ibu rumah tangga yang sholikhah. Aku tersenyum dan memeluk suamiku. Alhamdulillah aku bersyukur punya suami yang baik. Dan lama aku merenung mungkin nasib yang aku jalani ini adalah buah pikiranku selama ini dari sd sampe kuliah. Menurutku dulu itu bukan doa cuma imajinasi aja. Eh semuanya jadi kenyataan. So.. Temen2 berimajinasi dan berangan-anganlah yang positif agar apa yang diinginkan itu diamini oleh malaikat dan menjadi kenyataan. Aku tidak bisa membayangkan jika dulu aku berangan-angan buruk akan terjadi. Sekarang aku berpikir benar juga klo ada istilah berimajinasilah yang baik dan setinggi mungkin karena itu yang akan menggambarkan kehidupanmu dimasa depan. Ini benar terjadi dihidupkan. sekarang ikhlas menjalani. Ya ikhlas menjadi ibu rumah tangga yang sholikhah tentunya. Aamiin.





Kejamnya Hutang Riba

Bismillah. Ingin bercerita betapa bahanya terlilit hutang riba.
Tahun 2014 suami saya mngundurkan diri dari tempat dia bekerja, mencoba untuk mmbuka usaha sendiri,
Bersama dengan temannya yang kami anggap seperti saudara sendiri akhirnya, dengan niat suami dan temannya membuka usaha bengkel las. Yang menangani pembuatan pagar, teralis, bahkan pabrikasi alat2 tambang. Alhmdulillah awal pembukaan masih bisa dikatakan aman dan lancar.
Berjalan 3 bulan temannya berkata, bagaimna klo mngambil pinjaman di bank untuk melengkapi peralatan yang kurang sekalipun membeli kendaran untuk angkut dan muat barang2 bengkel.
Mendengar omongan manis kami pun tergoda, 1 surat tanah kami yang brukuran 15 x30 dan surat tanah dan rumah dengan ukuran 10x25, kami msukkan ke bank. Tak menunggu lama uang itu pun cair. tmannya berkata akan berangkat pulkam ke jawa untuk mengantar sang istri yang akan melahirkan.
Dengan alasan ini dia pun berkata akan membeli peralatan di jawa beserta kendaraan bekas pakai, katanya disana lebih murah dibanding disini di kalimantan. Ternyata tak sesuai dengan omongannya, uang itu malah di buat untuk hal lain. Kami sangat kecewa, tapi berusaha sabar dan berharap dengan demikian ada itikad baik dari dirinya. Memang sih awal dia lancar mmbayar angsuran ke bank, walaupun pengambilan atas nama kami tapi dia yang mengangsur. Selang angsuran berjalan 1,5 tahun dan tinggal 1 tahun lagi teman suamiku menghilang dan susah di hubungi. Dengar2 kabar ternyata drinya terlilit hutang disana sini.
Angsuran bank sudah tertunggak selama 3 bulan, berulang kali kami menghubunginya namun tak juga nomornya aktif. Kami pun terus menerus di hubungi oleh pihak bank, menanyakan angsuran yang belum di bayarkan. Bengkel yang di kelola suami saya pun tersendat, karena peralatan kerja di bobol maling, otomatis tuk beberapa alma bengkel tak bisa beroperasi sepenuhnya, karena untuk membeli peralatan mmbutuhkan modal yang besa.

Dalam kalut, bingung dan sedih, setiap malam selalu, memanjatkan doa penyelesaian dari masalah yang membelit keluarga kami, namun tak juga kunjung mendapatkan penyelesaian.
Membuka media sosial, melihat bahasan tentang bahaya riba beserta dosa2nya yang mengatakn dosa terkecil seperti meniduri ibu kandung sendiri. Astagfirullah hal adzim,,,
Aku benar2 terperanjat, selama ini tak mengerti tentang apa sih riba.
Setelah membaca membuatku tersadar mungkin semua masalah ini karena dosa2 riba kami selama ini, memang sebelumnya kami sudah sering melakukan pinjaman ke bank, maupun melakukan transaksi di penggadaian. Aku betul terinsyaf atas dosa riba, bertobat dihati berjanji tak akan melakukannya lagi, surat2 barang yang di gadaikan dan penggadaian ku buang smua, bertujuan agar aku tak tergoda tuk membayar bunganya, perhiasan yang ada di penggadaianku ikhlaskan karena tuk menebus kami tak mempunyai uang, membayar bunga tuk menambah waktu pinjaman berarti ikut menyuburkan praktik riba,
Ikhlas betul2 ikhlas, kehilangan semua perhiasan. Lagi pihak bank menelpon dan mengatakan akan memasang plang di rumah kami bahwa rumah kami telah di sita oleh pihak bank.
Kami meminta tenggak waktu pembayaran sampai tanggal 10 bulan ini, kami berusaha menjual tanah 1 kapling yang masih ada kami miliki, Ke sana ke mari kami menawarkan namum menjual tanah tak semudah menjual kacang goreng. Walaupun kami menjual hanya seharga 10 juta tuk ukuran 10x20, tuk menutupi angsuran bank yang tertunda selama 3 bulan sebesar 9 juta.
Teramat susah, sampai detik ini kami pun belum menemukan jalan keluar dari permasalahan kami,
Namun kami tak henti hentinya berdoa berharap lepas dari semua ini.

Aku yakin akan kekuasaan dan kekayaan Allah, kemana lagi aku meminta dan berharap.
Seluruh alam dan isinya ini adalah milik-NYA. Apalah arti pinta kami tuk lepas dari hutang riba ini, hanya lah setitik permintaan yang pasti kelak akan di ijabah oleh-NYA. Aku yakin itu Insya Allah, pasti akan terkabul.
Dan anehnya sampai detik ini kami menunggu2 pihak bank untuk datang ke rumah menyegel rumah kami kok nggak datang2, menghubungi kami pun tak lagi. Entahlah apa yang terjadi.
Namun sampai sekarang aku selalu berdoa dan berharap serta berusaha terlepas dari lilitan riba ini.
Karena betul riba itu hanya mendatangkan kemudharatan.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.38"