KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.8



Lukmanul Hakim 

Wanita adalah indah di mata laki-laki ya. 

Nah, kesadaran itu mendatangi saya sejak smp. Ya, sejak smp saya mulai tertarik dengan wanita sejak smp. Hmm,.. tapi sayangnya saya nggak jago ngobrol dan mendekat sama wanita. Grogi dan pasti obrolannya ngaco. Teman2 saya hampir pada punya pacar, ada yang tajir, ganteng kaya. Dan hal itu bikin saya makin sengsara.

Lalu apa yang saya lakukan? Hmm,.. tak bisa apa2 saat itu. Hanya berdoa saja. Dan doa saya sejak smp, adalah minta jodoh. Bukan minta pacar. Naluri saya waktu itu memang butuh seperti pacar, tapi arah saya saat meminta pada Allah, ketika berdoa itu mintanya jodoh. Saking tersiksanya saya dengan keinginan saya itu, saya jadinya berdoa dengan rutin. Habis solat mintanya itu, jodoh. Sampai berjalan sebulan, dua bulan dan setahunan berdoa minta jodoh. Aneh menurut saya, anak smp doanya minta jodoh. Kaya sudah dibawah alam sadar gitu doanya, tiap habis solat pasti nggak kelewat. Akhirnya doa saya jadi habbit. Terucap tanpa terpaksa.

Hingga saya mulai tumbuh besar. Ketika SMA, usia mulai nambah. Kawan mulai ada. Berlanjut bekerja. Merantau ke kota. Teman baru mulai datang, hingga kenal juga sama perempuan dan mulai lebih berani. Tak seperti dulu pas smp. Disini, saya rupanya masih suka berdoa minta jodoh. Entahlah. Sudah refleks gitu. Ucapan di mulut ini sudah hafal dan khatam. Keterpaksaan saat meminta pun mulai memudar. Doa yang kupanjatkan bukan serasa tuntutan lagi, tapi arahnya perlahan mulai beda dan terasa berat. Tanda-tanda jodoh dengan wanita mulai nampak. Insting serasa bisa menebak. Walau sebelumnya pernah gagal dua kali dengan wanita yang tidak tepat ya. Tapi rupanya Masya Allah, Allah lebih tahu kebuthan saya yang terbaik rupanya.

Wallahi, ketemu juga jodohku dikota. Saat kecil, ku bercanda dengan ibuku dan ibu bilang. Nang mengko kowe nek golek jodo ojo ning ndeso ya, mugo-mugo entuk karo wong kutho. Sholihah. Ngerteni karo kowe, manut. Saya jawab, iya mak. Aku juga pengennya gitu. Masih ingat saat diterima kerja pertamakali tahun 2010 saat saya menginjakkan kaki pada tangga pintu bus, dalam hati saya tersandar sebuah niat tulus untuk menemui jodohku dikota. Padahal keadaannya gimana nanti juga belum tau. Tinggalnya dimana juga blm jelas. Tapi niat dalam hati untuk menemui jodoh, itu ada. Rasanya sudah melekat dipundak. Yang masih saya ingat, doa saya yang hampir bertahun-tahun minta jodoh itu, terus terpanjat. Aneh juga sebetulnya bisa serutin itu, tapi saya herannya bisa gitu ngejalani itu. 

Walhasil, saya dikasih jodoh 3 tahun lebih cepat dari target saya nikah. Saya merasa ihktiar yang saya lakukan sudah cukup dalam menjemput. Bahkan belum pernah pacaran sebelumnya. Beberapa saat mau pacaran, ndilalah sama Allah disetop. Astagfirullah. Masyaallah, saya merasa dijaga, disadarkan untuk jangan pacaran.

Yang menurut saya, saya rasakan keajaiban dalam hidup saya adalah.

1. Ucapan orang tua, ibu saya. Hanya candaan lho. Saya inget bilangnya ringan saat saya ngebantu mereteli kapulaga untuk dijual. Sambil ngobrol santai.

2. Doa yang tiada henti, kalo boleh diperkirakan sekitar dari 2006-2012. 6 tahun berdoa minta jodoh. Hehee..

Semoga untuk kalian yang baca, tetap bersabar dalam berdoa. Lama-lama mudah2an bisa ngefek, Insha Allah. Coba, minta ibunda kalian untuk terlibat. Insya Allah makbul.

Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.




Bismillah saya juga ingin share
Setelah menikah doa saya dan suami ingin segera punya rumah walau bekas tapi masih kokoh ,

layak huni dan sesuai uang yang ada (kalau pun mesti berhutang tapi harus tanpa riba)
Sesekali cerita suami menyampaikan impian rumah impiannya dan saya pun begitu ingin pondasi rumah yang tinggi, dapur yang luas,depannya ada tangga seakan apa-apa yang kami cita-citakan dicatat malaikat
Singkat cerita teman menawarkan rumah yang bentar lagi jatuh tempo sama bank. 

Dilihat rumahnya sesuai dengan yang kami impikan tapi budjet uang tak mencukupi. 
Mengikhlaskan diri dan bertawasul pada Allah bila ini rizki kami Insya Allah SK suami tak akan tergadai dan tetap utuh disimpan dirumah...
Alhamdulillah ada saja sodara yang ikhlas meminjamkan uangnya tuk menebus rumah tersebut.

Akhirnya kami memiliki rumah impian kami.
Subhanallah.





karena posisi waktu itu lagi fokus jualan biar bisa lunasi kartu kredit karena sudah mau jatuh tempo dan blom ada yang kejual.
Bonus dari kantor yang biasa di kasih ratusan ribu juga ZONK sama sekali gag keluar....

Ga tau kenapa pas abis sholat...pengin ngaji Al Qur'an...biar tenang dan diberikan solusi sama Allah...tapi pas ngaji (ngacak ayat nya)...yang saya baca ituh kok tentang riba semua... 

Kok jawaban nya Allah begini yah...trus tutup Al Quran lanjut online...
dan begitu buka FB juga ujung2...baca status nya temen tentang RIBA...hukum nya dan lain2 nya.
Aq heran "kok riba lagi yah" 

Udah gitu...scroll trus itu fb...kepentok di post nya om saptu...tentang RIBA juga.

karena seharian itu aku di hadang begitu, akhirnya aku penasaran sama om saptu ini...

siapa sih om saptu...kembali ke titik nol itu maksud nya apa sih.
Dan akhirnya searching di youtube...trus save videonya om saptu...

buat di tonton malem kalo udah pulang kerja.

Dan begitu nonton, ini body berasa di hantam gunung berjuta2...dar der dar der...

ya Allah ya Allah ya Allah...ternyata inilah petunjuk-Mu...Ampuni aku...ampuni aku....
terus saja aku begitu dengan berlinang air mata.
Ternyata yang bikin ga baik itu selama ini adalah Asuransiku dan Kartu kreditku
Astagfirullah....

Dan selesai itu...saya BERJANJI...bahwa besok pagi saya mau tutup itu asuransi...ga peduli refund ga peduli perlindungan ga peduli 200 juta kalo aku mati...pokoknya TUTUP.

setelah asuransi berhasil ku tutup...ni mikir gimana ya buat nutup kartu kredit nya.

mana jualan nya sepi, tanggal tua dan masih banyak 7 jutaan juga.
saat itu cuma minta sama Allah,...Ya Allah...ini beneran saya mau tobat. saya kapok...kapok bikin keluarga saya menderita karena ulahku...mudahkan ya Allah...tunjukan Jalan-Mu untuk segera menutup kartu kredit nya.

Lalu saya bikin promo dan ternyata Subhanalloh...produk terjual hingga 3 juta dan langsung itu uang buat bayar CC. Anak nangis minta mainan tak tahan2 sampe beras di rumah abis pun aku ga nyoel itu duit penjualan, pokoknya buat CC semua biar ngurangin.
Sisa 4 juta lagi....Jatuh Tempo cetak tagihan biasanya bank tanggal 15 dan waktu itu udah tanggal 6 pas bayar 3 juta. Tinggal beberapa hari lagi...sholat hajat, ngaji, jualan lagi dan Alhamdulillah tanggal 11 nya dapat tuh genep 4 juta dari penjualan produk dan dapat arisan.

Dan hari itu juga saya telp call center bank bilang kalo mau tutup CC nya.

Cuma di tanya alasannya dan aku jawab RIBA, pihak call center langsung proses tutup setelah aku bayar via ATM. Alhamdulillah...PLONGGÄ¢G.
langsung itu kartu kredit saya gunting2
semua.

dan sesungguhnya ALLAH MAHA KAYA Lagi Maha Mengetahui.
Subhanalloh...
baru saya percaya berjuta2 persen dengan KEKUATAN ALLAH.
Apapun kalo di niatkan untuk Allah...semuanya akan lancar sesuai rencana-NYA.





Tahun 2015.. 
Waktu itu saya baru saja melahirkan putra ke 2. Namun musibah bertubi-tubi datang tak terduga pertama suami kecelakaan jari tangannya tidak bisa di gerakan sampai2 naik motor pun tidak bisa. Tiap pagi saya antar jemput suami kerja dengan menitipkan anak anak ke tetangga selama 1 bulan. Yang kedua suami saya kena phk. Cobaan yang ketiga tagihan air PAM gak tau kenapa sampai-sampai 2 juta dalam sebulan padahal biasanya cuma kena 250 ribu. 
Astagfirullah... Dari mana saya dapat uang 2 juta dalam 1 bulan dengan kondisi suami kena phk dan tidak punya tabungan waktu itu. Saya ingat saya masih punya Allah SWT. Siapa pun hamba-Nya yang meminta dan memohon, Allah SWT pasti akan mengabulkan. Dan di setiap 5 waktu + Dhuha + Tahajud saya terus memohon agar pihak PAM memberikan keringanan tagihan yang membludak itu. Dan Alhamdulillah pada saat saya dan suami pergi ke kantor PAM itu memang benar doa saya terkabul. Katanya untung ibu langsung kesini hari ini jadi dari pihak PAM memberikan keringanan tagihan, jadi yang harus di bayar samakan saja sama bulan yang kemaren. Ya Allah Tanpa pertolongan semuanya gak mungkin, karena ada juga kasusnya sama seperti saya tagihan sampe 4 juta tapi pihak PAM gak mau tau. Subhanallah.... Dan suami pun berangsur membaik dan di panggil kerja lagi. Alhamdulillah ya Allah SWT kuasa-Mu 





Tahun 2011 saya menikah dikaruniai seorang anak setahun kemudian. Gaji saya memang lebih besar dari suami. Tapi saya tidak menilai dari itu. Suami tetaplah imam dalam rumah tangga. 
Kami hidup secara gotong royong dalam rumah tangga. Walaupun suami kecil pendpatannya, kami tetap bahagia karena gaji digabungkan keduanya Alhamdulillah untuk hidup sehari2. 
Memulai dari nol dalam hidup berumah tangga sampai kami berniat untuk jauh dari riba. 
Biarlah hidup sederhana asal jangan mendekati riba.. 

Setiap shalat slalu berdoa agar dijauhkan dari riba. Di 3 tahun pertama kami ngontrak, ditahun selanjutnya diajak mertua tinggal di rumahnya karena mertua laki2 meninggal. jadi temankan mertua perempuan tinggal di rumahnya. Sampai akhirnya ditahun ke 6 pernikahan, kami tetap hidup sederhana. 
Ceritanya saya dan suami tiap tahun pulang kampung ke riau, tempat orang tua saya. perjalanan ditempuh 17 jam naik travel. Asal tiba waktu pulang kampung. Banyak kebutuhan yang harus di bawa dan di tenteng. Mulai dari perlengkapan susu anak, sampai ke baju serta oleh2 harus dibawa. saya pun berpikir, seandainya dikasih Allah rezeki mobil, pasti kita gak akan repot.

yah.. canda saya ke suami.. 
Trus suami bilang, " Doakan saja, mudah2an terkabul..Aamin ".

Saya terus berdoa.. ya Allah, mudahkanlah dalam perjalanan hidup hamba..terima kasih atas karunia-Mu yang begitu besar. Pokoknya rasa syukur tetap diucapkan dalam doa. Dan saya rajin melakukan sedekah (bukan maksud hati untuk pamer ya,mas) hanya sekedar sharing mengenai perjalanan hidup mengenai kekuatan doa.

Ditahun ke 4 pernikahan kami pulang ke dumai naik travel dengan segudang bawaan. Di hari ke 5 didumai, tiba2 terlintas untuk beli mobil. Semua usaha ternyata di mudahkan Allah, mobil bekas yang sesuai budget terbeli. Alhamdulillah ya Allah.. walaupun bekas belinya tidak pakai riba. 

Kontan dan keadaan mobilnya tidak ada rusak sedikitpun..
Tujuannya mulia, maka yang didapatkan pun tidak mengecewakan. Sangat senang rasanya doa dikabulkan Allah.. Dan saya tetap istiqomah tidak mau mendekati riba. Saya seorang PNS dan Alhamdulillah udah bekerja selama 9 tahun dan SK PNS saya masih tersimpan rapi di lemari.
Dan Alhamdulillah udah 2x lebaran pake mobil pribadi.. nikmat Allah sangat besar.

Intinya..kita jangan berhenti barsyukur dan meminta pada Allah. Karena Allah lah yang dapat mengabulkan doa kita. Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.


Baca juga kisah yang lainnya KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.9

Postingan terkait: