KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.3


       Beberapa bulan lalu saya ada hutang riba karena pembelian properti, tahun kemarin saat saya melunasinya adalah tahun ke 4 berjalan hutang tersebut, yang sebenarnya masa pelunasannya hingga 15 tahun, tetapi di tahun ke 2 kegelisahan sudah mendera hati, karena ada sesuatu yang salah menurut saya dengan hutang ini, benar gejolak finansial selalu menjadi permasalahan utama di keluarga kecil saya, padahal pendapatan bulanan tidak bisa dibilang kecil juga tapi kenapa selalu habis aja uangnya, kemudian saya mulai berdo'a kepada-Nya, memohon bantuan untuk segera melunasi hutang, segera, dan sesegera itu lah di tahun 2015 saya mendapat jawabannya, kami (saya dan suami), mendapat rejeki dari orang tua kami masing masing yang tadinya sebagai bekal hidup, kami berdua sepakat uang tsb digunakan untuk menutup hutang kami yang nominalnya lumayan untuk keluarga kecil kami, alhamdulillah setelah hutang tsb kami tutup, seperti ada beban yang hilang, hubungan kami menjadi kian harmonis, dan yang pasti tidak lagi ada rasa takut. Alhamdulillah.
Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.




       Dulu... saya pernah dibuat patah hati karena seorang pemuda, dia tampan dan penuh pesona, lumrah saya begitu ingin memiliki dan terjerat cintanya, tapi dia meninggalkanku tanpa berita, sakit hati, galau yang tak berkesudahan hingga suatu hari saya menemukan akun facebook tentangnya, seiring berjalannya waktu, dia selalu update status tentang dirinya dan keluarganya, juga tentang pekerjaannya, awalnya saya sempat iri dengan keadaannya yang sekarang jauh diatas saya, katakanlah berhasil... dengan keluarganya yang terlihat harmonis, lumrah karena saya cuma manusia biasa yg pernah tersakiti, tapi setelah saya membaca buku mas Saptuari, Mencari Jalan Pulang, ada perasaan bersyukur yang tak terhingga kepada-Nya, hikmah yang terasa begitu besar, kekayaan yang dimiliki mantan itu terlihat jelas banyak mengandung riba, pekerjaannya sebagai kepala perusahaan bergerak di leasing, bukan sok suci, saya akui hidup saya sendiri belum bersih, niat ke arah sana alhamdulillah sudah ada, cuma sebagai cerminan diri kalau Allah menguji umatnya itu pasti ada hikmah yang bisa diambil, yang baik belum tentu terlihat dan yang terlihat belum tentu baik, sebagai seorang wanita dan ibu dari anak anak saya, selalu berdoa diberikan yang terbaik, saat kehilangan anak pertamapun, cuma bisa pasrah, semoga kelak menjadi penolong hamba-Mu ini, dan ketika suami harus rela kehilangan pekerjaan pun, pas waktu itu awal bulan puasa, alhamdulillah, besoknya langsung diterima bekerja lagi, itu karena doa suami yang selalu rajin ibadah,


       Hati-hati berbicara, karena setiap ucapan bisa berarti do'a, saya tidak menyangka kalimat di atas benar-benar terjadi. Saya adalah seorang PNS yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi.Setelah gagal dapat bea siswa (karena faktor umur) niat saya untuk kuliah lagi tetap kuat.Dengan golongan masih rendah, dan ekonomi pas-pasan mustahil bisa kuliah di perguruan tinggi swasta.Tetapi saya tetap berdo'a agar bisa kuliah. Niat baik, do'a kuat tapi ikhtiar saya SALAH. Karena ketidak percayaan saya pada Allah (Astaghfirullah) saya mengajukan kredit bank 3 tahun dengan menggadaikan SK.Uang didapat saya masukkan ke deposito dengan maksud jaga-jaga sampai wisuda. Takdir Allah, kuliah baru jalan, suami mengalami kecelakaan lalu lintas dan orang yang menabrak dia malah meninggal, sehingga jadi kasus berat. Saat kena musibah saya bermuhasabah (instropeksi diri), dan teringat ucapan saya pada orang tua, "Saya akan kuliah lagi jika sudah bekerja dengan biaya sendiri." Rupanya Allah meng-IJABAH ucapan saya tersebut dengan membersihkan niat saya dari uang RIBA.Akhirnya uang deposito tersebut habis ludes untuk biaya perkara suami.Tetap saya syukuri suami hanya luka ringan.Dengan uang gaji terpotong pinjaman dan simpanan kosong, bismillaah saya tetap melanjutkan kuliah. Jangan tanya susah payahnya saya membagi keuangan, waktu dan tenaga.Untuk menambah uang kuliah saya berjualan kacang goreng dititipkan ke warung-warung,Tidak jarang saya kuliah (jarak PP 7 jam) hanya berbekal ongkos angkot.Meski terasa berat, saya selalu yakin akan janji Allah, Setiap Kesusahan pasti ada Kemudahan. Saya selalu berdo'a agar bisa kuat menjalani semua kesukaran dan bisa selesai kuliah. Alhamdulillah,do'a-do'a panjang saya dikabulkan.Dengan izin Allah, meski tekanan hidup terasa begitu berat, saya bisa lulus tepat waktu dengan bonus mendapat peringkat pertama dengan nilai cum laude. Betapa janji Allah itu selalu benar.Jadi selain niat kuat, keyakinan dalam berdo'a, kita harus berikhtiar sekuat daya upaya kita. Insya Allah, sesuatu yang mustahil di mata manusia, tapi tidak di mata Allah #kekuatan do'a


       Subhaanallah wabihamdihi..Subhaanallahil adziim...Terlalu banyak doa saya yang telah dikabulkan Allah, Allah Yaa Rohmaan, Allah Yaa Rohiim. ini salah satunya, Saya adalah yatim dari 5 bersaudara. Ayah telah lama meninggalkan kami (tahun 1994) yaitu saat saya masih dibangku SMA kelas 3 dan adik bungsuku masih 8 tahun. Saat itu, ibu hanya mengandalkan gaji pensiunan janda. Setelah tamat SMA, ibu saya bilang tidak usah kuliah...Saat itu saya sedih karena tidak bisa melanjutkan studi. Dalam kebingungan dan kesedihan, saya terus berdoa dan bersedekah juga memperbaiki ibadah fardhu saya serta merutinkan dhuha dan tahajjud. Sebulan kemudian ada seorang teman memberikan info ada program Beasiswa. Dengan memohon doa dan restu ibu, Saya pun berangkat untuk mengikuti seleksi walaupun berat hati saya harus berjauhan dengan ibu (berlainan kota)... Alhamdulillah, saya pun lulus dengan hasil yang sangat baik dan memenuhi kriteria untuk mendapatkan beasiswa di kampus tersebut dan juga memperoleh uang saku setiap bulannya hingga tamat kuliah serta bisa mengajar private les sepulang kuliah untuk menambah uang saku dan tabungan...Subhaanallah, Allah Yaa Maliik atas semua kehendakNya, saya pun lulus di wisuda dengan hasil yang sangat memuaskan berkat doa dan restu ibu saya karena saya yakin Ridhonya Ibu adalah Ridhonya Allah...Alhamdulillah...

Semoga Allah meridhoi saya memperoleh hadiah buku MENCARI JALAN PULANG karya Mas Saptuari Sugiharto
Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin






         Masya Allah,,kisah do'a saya berawal saat smp, jaman smp semua anak sekolah banyak yg punya motor, terus saya minta pd orang tua, katanya ngapain pengen motor. naik angkot aja masi kecil bhaya. masuk aliyah pun pandangan saya sama,, semua sekolah bawa motor. dan saya terus hanya bisa berdoa semoga suatu saat Allah beri saya motor d saat yang tepat. usut punya usut saya dengar kisah ust yusuf mansur yg katanya "kalau mau punya motor, mobil, lengkapin aja dulu keperluannya sepeti sim helm,, nanti kalau tiba2 Allah kabul doanya kan kita jd gampang. saat mulai masuk kuliah saya melengkapi kebutuh berkendara walaupun saya blm punya kendaraan. dan saat kampus saya pindah lokasi yang jauh dri yg sebelumnya ringan d jangkau ongkos, tiba2 Allah berikan motor dari arah yang tak terduga. yang awalnya abi saya bilang blm ada uang, tiba2 ngirimi uang buat beli motor. abi saya dapat rejeki tak terduga. maasyaalah betapa mudahnya Allah beri jalan saya memiliki motor dari sekian lamanya saya berdoa. tp Allah memeberikan tepat dsaat saya benar2 membutuhkan motor untuk irit uang ongkos. sungguh ayat "nikmat Tuhan mu yang manakah yang masi kau dustakan" itu ngenaaa banget d hati saya. ini sebagian doa kecil saya yg saya sadari terkabul. entah berapa banyak yg terkabul tp saya lupakan.
Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan

Baca juga kisah yang lainnya KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.4

Postingan terkait: