KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.23





Bismillah.
Tepatnya 17 maret 2014. Tiga hari sebelumnya istri saya, masuk RS bersalin di Karanganyar. Sudah pembukaan 1, sepertinya air ketuban sudah rembes.

Hari # 1, Istri merasakan kontraksi, tapi belum intensif, masih pembukaan 1.

Hari # 2. Perut semakin sakit, sampai istri mengigau karena sakit yang teramat sangat. Kadang2 sakit, kadang sakitnya hilang. Masih pembukaan 1.

Hari # 3. Dokter ahli kandungan menyarankan caesar, istri dan saya tetap ingin kelahiran normal, karena keterbatasan dana juga. Suster bilang, dinding rahim masih tebal, mungkin masih lama untuk lahir normal, padahal air ketuban sudah berkurang. Pembukaan 1. 

Hari # 4. 17 maret 2014.
Di grub fb saya minta doa dari teman2 supaya kelahiran lancar.
Siang habis dzuhur, saya liat dompet uang tinggal 450 ribuan. Saya ingat pesan bang Ippho, sedekah itu bisa jadi jalan keluar. Saya keep 150 ribu buat beli makan dan minum selama di RS, sisanya ingin sedekah Lillahita'ala.
Saya ke panti asuhan yatim putri di Karanganyar, saya serahkan 300 ribu dan saya minta doa supaya proses bersalin istri berjalan lancar sehat selamat semua.
Alhamdulillah, sepulang saya dari panti, istri mulai merasakan kontraksi lebih sering, sudah pembukaan 2.

Habis Ashar kontraksi lebih sering, kira2 jam 5, saya panggil suster karena istri merasa sakit yang sangat. Pembuakaan 4, Dibawa ke ruang bersalin lagsung pembukaan 6.

Alhamdulillah anak kami lahir tepat saat adzan maghrib. Kira2 pukul 17.54

Bertepatan juga dengan datangnya ibu saya (nenek dari si bayi) dari Jakarta.
Makanya ada yang bilang, si bayi ini nunggu neneknya dateng baru mau keluar. He he.

Doa dari orang tua (terutama Ibu), doa dari anak yatim, dan doa dari teman2.
Segala puji bagi Allah, karena-Nya persalinan berjalan lancar, sehat selamat ibu dan si bayi.
Dan Inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.




Ini terjadi baru saja minggu yang lalu tanggal 8 februari 2017, ceritanya saya sedang mengalami sakit kanker dan telah menjalani operasi dan tanggal 8 februari adalah jadwal aku harus melakukan "whole body scan" dimana 1 bulan itu aku harus puasa semua makanan yang mengandung yodium dan serat tinggi pokoknya vegetarian deh dan stop semua obat dari dokter, aku di rujuk dari RSU Tangerang ke RSCM Jakarta. Saat tanggal 8 yang di janjikan akan scan ternyata surat form aslinya hilang ke selip gak ketemu, aku pun lemes sebab dari bagian administrasi pendaftarannya di tolak. 
Aku bingung dan sempat putus asa tapi aku ingat kekuatan istighfar akan selalu menolong kita dalam keadaan apapun , aku lantunkan istighfar dan istighfar dalam hati terus aku coba tenangkan hati cool.... Aku kembali ke bagian pendaftaran akhirnya mereka membantuku harus ulang ke dokter lagi.

Ok aku jalan sesuai prosedur eh...disana ternyata dokternya ada jadwal mau seminar...
ya Allah aku semakin khusyuk memohon sama Allah agar dilancarkan.
Eh...susternya ternyata langsung membawa berkasku ke meja dokter melewati no antrian yang panjang terus begitu dokter masuk mau keluar dia langsung panggil aku dan Allah Maha Tahu urusan dokter akhirnya beres tinggal ke bagian radiologinya nih ...

Aku naik lagi kesana sepanjang jalan aku terus istighfar tiada henti.
Pas aku ngadep aku ceritalah klo aku sebenarnya dapat jadwal tanggal 8 tapi aku telat kesana sebab harus mengulang prosedur dari awal. Apa kata mbaknya, ternyata karena kemarin aku gak dateng obatnya dah di buang dan itu mahal mbak...bla..bla... petugasnya pusing terus aku bilang "iya mbak maaf aku yang salah". Aku masih puasa dan sudah melakukan vegetarian selama 1 bulan, kata mereka jadwalku mundur ke bulan Juni 2017. Ya Allah aku pasrah, tapi terus istighfar.

Aku duduk di ruang tunggu menenangkan fikiranku, aku daftar dari bulan september 2016 tahun kemarin dan sekarang baru dapat jadwal masa mau mundur lagi ya Allah.
Aku ingin sembuh ya Allah. Rupanya petugas2 itu rapat dan berunding terus mereka panggil aku kata nya "mbak masih rejeki kamu " bisa lakukan "whole body scan nya sekarang juga". 
Oh iya mbak makasih ya. Tapi dalam hati kuterima kasih ya Allah.
Kau telah mudahkan aku dalam proses ini. 
Akhirnya aku menjalaninya dengan lancar..Alhamdulillah.





            Dulu waktu kuliah, di saat teman2 sudah lulus, aku tertinggal karena pembimbing yang kuliah S3, tiap di hubungi gak pernah bisa, sekalinya bisa cuma bilang "saya ujian & gak bisa di ganggu" saya minta alamat rumahnya gak dikasih, minta ganti pembimbing ke dekan juga gak boleh.
Kurang lebih hampir 1 tahun kejar kejaran terus sama pembimbing, sudah aku usahakan semampuku, tapi ya hasil masih sama, padahal skripsi juga dah selesai, siap ujian,cuma nunggu ttd pembimbing aja, akhirnya aku pasrah & Sholat Hajad selama beberapa hari, aku pikir,mungkin lulusku akan mundur 1 semester lagi karena pendaftaran ujian skripsi sudah mepet & pembimbing masih gak bisa di hubungi & akhirnya batas terakhir pendaftaran ujian sudah lewat 1 hari, aku diam di rumah karena kesempatan sudah lewat,, tapi ternyata Alhamdulillah, tidak diduga, pihak akademik menelfon saya dan menginfokan bahwa pembimbing saya ada di kampus & saya di beri ksempatan untuk bisa daftar ujian skripsi,biarpun batas waktu pendaftaran sudah lewat. 
Alhamdulillah saya akhirnya lulus di semester 10, tepat 3 Oktober 2015.





Assalamualaikum..
Kisah ini terjadi tahun 2012 ketika aku sedang berhaji.

Siang itu ada SMS dari saudaraku , Samsul Ma'arif namanya dengan bahasa jawa kromo dia minta doakan agar ia bisa menyusul saya untuk berangkat haji, padahal dia adalah saudaraku yang paling tidak nampu, dia adalah seorang satpam di sebuah perumahan Angkatan Laut di Surabaya. 

Saat itu saya doakan dengan hati terenyuh karena bahasa kromonya yang memelas 
" ya Allah ijinkan adikku menghadap-Mu di tanah suci ini". Itulah curahan doaku. 
Tak terasa air mata ini mengalir pelan dan belum genap satu bulan saya di telpon oleh adikku bahwa dia selama ini menyimpan sedikit demi sedikit uang, tapi setelah dia tambah dengan uang pribadinya masih belum cukup. Akhirnya ia minta tambahan sedikit uang dariku untuk tambahan menjadi 25 juta. Alhamdulillah hari senin pagi itu aku bahagia dan bangga bisa mengantar adikku untuk daftar haji. Alhamdulillah.Menurut adik- adikku sebagian besar foto2 ku saat haji ternyata mirip sekali dengan wajah Samsul adikku. Subhanallah.





           Semoga ceritaku ini hanya mengharapkan ridho Allah SWT. 
Bismillahirrahmanirrahim... Sampai umur 29 tahun, saya bukan seorang yang taat beragama. 
Shalat saya setahun cuma dua kali, shalat Idul Adha sama Idul Fitri, tidak pernah shalat lima waktu. Dulu saya juga perokok aktif. Saya bergaul dengan orang-orang yang jauh dari agama, yang setiap saat selalu mengajak kepada kemaksiatan. Saya merasa nyaman dengan duniaku itu waktu itu. Sampai suatu waktu, Allah mengazab saya. Tepatnya pada bulan Agustus tahun 2013. 

Saya didiagnosa kanker paru-paru. Saya langsung mencari-cari informasi tentang penyakit saya di internet, dan saya mendapat informasi bahwa "vonis kanker berarti vonis mati". Hati ini begitu terpukul, saya langsung down pada waktu itu. Selama di rumah sakit semakin hari, informasi yang disampaikan dokter di rumah sakit semakin membuat saya khawatir. 

Mulai saat itu saya sadar akan kekuatan doa. Saya meminta teman-teman saya untuk mendoakan saya. Saya juga minta kepada ibu saya, disela-sela merawat saya di rumah sakit, untuk selalu meminta kepada Allah untuk kesembuhan saya. Sampai pada akhirnya, dihari-hari terakir saya di rumah sakit dokter yang merawat saya menyampaikan, tumor di paru-paru saya besar sekali dan menempel di pembuluh darah besar yang kalau misalnya dioperasi bisa fatal berdarah-darah. 
Tim dokter rumah sakit tidak berani mengambil tindakan apapun. Hati kami hancur pada waktu itu. Saya langsung menangis sejadi-jadinya untuk pertama kalinya selama saya dewasa. 
Keluargaku mencoba menghibur saya. Saya ingat, saya berhenti menangis saat ibu saya bilang "nak kamu gak boleh sedih, kalau kamu sedih Ibu juga jadi sedih". Alhamdulillah hidayah datang kepada saya. Mulai saat itu saya mulai shalat lima waktu. Saya selalu berdoa untuk kesembuhan saya. 

Pada waktu itu kesehatan saya semakin memburuk. Dan setelah rawat inap selama 25 hari di rumah sakit, akhirnya saya dipulangkan oleh pihak rumah sakit dengan kesimpulan, kanker saya sudah tidak bisa ditangani lagi oleh pihak rumah sakit. Pada waktu itu saya sudah pasrah kepada Allah, kalau-kalau sewaktu-waktu nyawa saya diambil oleh Allah. Tetapi saya tetap terus berdoa dan berusaha semampu kami untuk kesembuhan saya. Hidayah datang lagi kepada saya, saya mulai ikut mendatangi pengajian Quran & Sunah, berbarengan dengan semakin membaiknya kesehatan saya. Sampai pada akhirnya, pada waktu kontrol rutin ke rumah sakit pada bulan Desember 2015 setelah dua tahun setelah didiagnosa kanker setelah ronsen ulang tumor saya dinyatakan hilang, berganti dengan penyakit TBC, penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan selama enam bulan.
Dan Alhamdulillah saya sekarang sudah dinyatakan sehat. Dan saya yakin ini semua berkat doa kami semua. Hikmahnya, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Terus berdoa dan berusaha.
Allah tidak pernah menzalimi hambanya. Semoga bermanfaat.
Dan Inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.

Baca juga kisah yang lainnya KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.24

Postingan terkait: