KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.22





Uang uang uang...
Alhamdulillah.. Waktu itu dalam usia yang masih muda Allah sudah memberi kesempatan pada kami untuk belajar. KUASA ALLAH  JAUUUUUUH DI ATAS UANG.

Waktu itu saya masih kuliah dan adik masih SMA. kami tinggal di rumah kontrakan yang berbeda kota dengan rumah di mana orang tua kami tinggal.
Sebelum adik menempuh pendidikan menengah atasnya saya sudah kuliah dan tinggal di kostan.

Sekarang ada adik yang juga sekolah di sini jadi lebih hemat kalau kami kontrak rumah.

Sebagai anak kos sudah biasalah tahan lapar karena saya bukan anak yang akan meminta uang klo kurang. Bulanan orang tua kan kadang kurang karena biaya tugas2 kuliah memang tidak bisa diprediksi. Saat uang kurang ya gampang tinggal kurangi makan, jangan sampai minta lagi ke ortu.
Tapi saat itu uang sudah habis, uang adik juga habis. Kami bertahan dengan kue susu yang kami beli dari mengumpulkan receh yang tercecer di rumah yang juga sudah habis.

Seharian cuma minum air putih.
Klo perut saya lapar sih ga masalah, tapi ini adik juga lapar. Saya ga tega, apalagi karena adik tidak protes atau mengeluh seperti kebanyakan remaja diusia dia.
Menangislah saya dalam hati. " ya Allah.. Engkau Yang Maha Mengetahui semoga Engkau ridho dengan cara kami menghadapi ujian lapar-Mu sehingga Engkau lapangkan rizqi-Mu untuk kami,

Untuk sekarang cukuplah Engkau jadikan air ini membawa kenyang bagi kami".

Saya ajak adik minum dan kami buka pintu rumah. Eh,.. ibu2 yang di depan rumah tiba2 salting sambil pegang nasi kotak. sekelebat saya dengar " aduh gimana anak kontrakan dikasih juga ?" Rupanya ibu tetangga baru kirim nasi berkat ke tetangga sebelah dan buru2 saya masuk biar tidak membebani tetangga dengan sungkannya.

Ehhhhhhh..ternyata tetangga saya milih untuk mengetuk grendel pagar kami. Saya keluar lagi dan dengan ramah diberikannya dua nasi kotak ditangannya. " aduh bu satu saja disini orangnya ga banyak". eh si ibu malah bilang " ya sekalian buat sarapan aja mbak ".

Sederhana sekali, tapi itulah hari yang akan saya pegang selamanya bahwa KUASA ALLAH JAUUUUUUH DI ATAS UANG. kenyang hari itu terasa berbeda dengan kebahagiaan berlipat karena adik yang akhirnya bisa makan dan doa yang dijawab DETIK ITU JUGA oleh Allah.

Sampai sekarang Alhamdulillah..

Walaupun cobaan menghadang, uang tidak pernah menggoda dan semoga tetap teguh selamanya.
Mungkin tidak sedramatis kisah2 lainnya, namun saat pengalaman ini saya ketik untuk dibagikan kondisi mental saya sedang down. Tapi tanpa sengaja juga telah menjadi pengingat saya bahwa pertolongan Allah itu nyata. seperti apa yang saya, adik saya, dan Anda smua alami.
Kita tidak sendiri saudara2ku..KITA TIDAK PERNAH SENDIRI.

Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.





Suatu hari di akhir tahun 2007, saya pulang mengajar disekolah sebagai guru honor, lanjut jadi tentor di salah satu bimbel terkenal, masih ngajar privat untuk 2-3 anak, pulang jam 9 malam dengan tubuh remuk redam kelelahan. Hingga untuk bangkit ambil wudhu dan sholat isya pun rasanya berat, tubuh lemas tak bertenaga. Saat hampir terlelap, teman kos mengingatkan untuk sholat sebelum ketiduran. Dengan memaksakan diri ambil wudhu dan sholat. Ruku dan sujud agak terhuyung dan hampir jatuh. Selesai salam, saya menangis. Saya curhat ke Allah. Saya takut tentang masa depan saya. Dalam satu bulan itu saya sudah sakit 3 kali karena kelelahan. Jika saya tidak ngajar berarti saya nggak dapat uang yang cukup untuk kebutuhan saya satu bulan. Jika saya memaksakan diri, kesehatan saya jadi taruhannya. Ya, Allah, jika boleh, berikan aku pekerjaan yang bisa menjamin penghasilanku cukup untuk kebutuhanku sehari-hari. jika aku sakit pun penghasilanku tidak berkurang karenanya. 

Dekatkan jodoh yang sholeh kepadaku untuk menemaniku meraih ridho dari-MU. 
Aku capek hidup sendiri, Ya Allah. Dan mampukan aku untuk mengajak kedua orang tuaku ke Mekkah al mukaromah. Setelah berdoa, hati saya merasa plong. lega. walaupun saya belum tahu apa yang akan terjadi esok hari. Tahun baru 2008, ada jawaban dari doa saya. Dosen saya menghubungi dan menawari untuk ikut jadi guru kontrak di Maluku Utara. Saya ambil tawaran itu. Enam bulan kemudian, dengan proses yang cepat, seseorang teman sesama guru di tempat tugas, meminang saya. Dan 2011, saya jadi guru PNS disana. Tahun lalu saya sudah bisa ngaturi orang tua saya untuk berumroh. Semua doa saya sudah terjawab. Masyaallah, janji Allah sungguhlah benar. Siapa yang meminta kpada-Nya, pasti akan dikabulkan. Insya Allah.




Alhamdulillah beberapa yang saya ingat..

1. Saat itu pekerjaan suami tertunda jadi belum dibayar, hanya ada sedikit beras di rumah tanpa lauk. Saat itu hanya lintasan pikiran saya, ya Allah ini anak2 mau makan apa ya? Sambil saya ambil beras untuk dicuci, saat mau ambil air, ada ketukan di pintu, rupanya tetangga yang hajatan memberikan setengah baskom nasi, ayam goreng, telur rebus, mie goreng dan sambel goreng kentang, lebih dari yang kami butuhkan.

2. Seperti kondisi diatas, logistik di rumah habis, hanya ada uang 5 ribu. Depan rumah lewat tukang bakso, anak2 merengek minta bakso, saya hanya bilang ke anak2.. " kalian berdoa minta kepada Allah saja, ...anak2 doa "ya, Allah minta bakso..." tidak sampai 10 menit, ada tetangga ngetuk pintu sambil bawa bakso dalam plastik, "ini untuk anak2... ".

3. Kondisi yang sama seperti diatas, anak2 ingin makan ayam, seperti biasanya saya minta anak2 untuk minta kepada Allah, tidak lama, ada tamu membawa sate ayam.

4. Saat menjelang melahirkn anak ke 4, ada rekan kerja suami yang curang sehingga kami tidak punya uang untuk persiapan kelahiran, padahal ada indikasi medis yang butuh dana cukup besar, atas kemurahan Allah biaya persalinan gratis, dari beberapa rekan suami yang berkunjung melihat bayi, ada terkumpul sekitar 5 juta lebih.

5. Kami masih tinggal di kontrakan dengan atap asbes- 2 kamar tidur, anak saya yang bayi sering rewel karena kepanasan, saya hanya pasrah minta kepada Allah rumah yang sejuk, terserah cara Allah bagaimana,..tidak lama, suami memberi kabar, diminta menempati rumah relasi kerjanya gratis Insya Allah sampai kami, bisa memiliki rumah sendiri.

Allahu Akbar, masih banyak cerita2 yang lain. Subhanallah.





Kisah ini waktu saya masih kerja di sebuah catering di Jogja. Tanggal tua di dompet tinggal selembar uang 20 ribuan. Waktu di jalan tepatnya di perempatan lampu merah ada anak kecil minta sedekah. Saya galau karena ga ada uang kecil. Saya berharap lampu segera hijau eh malah masih lama juga ternyata timer nya. Padahal kondisi hujan Dan saya sangat lapar. Uang sampai gajian tinggal 20 ribu tok. Tapi ngeliat wajah anak itu, saya jadi kasian sekali membayangkan kalau dia pasti lebih lapar dari saya. Saya masih punya harapan gajian walau masih beberapa hari. Wes lah tak jabut selembar uang warna hijau di dompetku yang basah. Kulihat mata adik itu berbinar. 
Kubayangkan dia bisa makan enak dengan uangku saat itu, mengingat tahun 2008 angka itu sudah lumayan untuk bisa makan enak. Itulah saat paling pasrah dalam hidupku. 
Dalam hati aku benar benar total minta tolong segala urusanku dipermudah oleh Allah. 
Aku dah ga punya uang. makan, minum, bensin, pulsa pokoe ga tak pikir. Dalam hati yakin seyakinnya bakal dijamin deh hidup ni sama Allah. Eh...ilmu pasrah ki bener bener makwuuush tembus langit. Ditambah DOA anak tadi, ga pake itungan hari besoknya di tempat kerja diadakan lomba buku tangkis. Aku padahal ga jago main kok yo qadarullah malah juara 1. Dapat hadiah 150 ribu. Terus sorenya set or asmaul husna sama bos di tempat kerja tau tau kok aku disalami uang 50 ribu. Total 200 ribu. Aku menangis sejadi jadinya. Janji Allah ga main main ternyata uangku 20 ribu dibalas Allah langsung 200 ribu hanya dengan pasrah dan yakin. Hal inilah yang sampai saat ini memotivasi hidupku untuk bisa berbagi kebaikan. Bukan ingin mendapat balasan yang berlipat lipat ( itu anggap aja bonus), tapi terharunya saat kita total pasrah ke Allah itu kok ya super sekali bantuan Dari Allah sangat tidak disangka. Subhanallah.
Semoga bermanfaat





Antara Putus Asa dan Keyakinan.

Bulan sesudah Idul Fitri 2016 saya benar2 bingung dalam menentukan nikah, coba Anda rasakan dan pikirkan bagaimana perasaan kita saat dipinta untuk menikahi putrinya dengan segera.
Saya pacaran itu sudah 3 tahun, namun saya berusaha kerja kumpulin dana selalu gagal tak pernah terkumpul dari rencana nikah 2014 sampai 2015 gagal gak jd pernikahan padahal saat itu kerja loh.

Tahun 2016 bulan maret saya resmi jadi pengangguran, saya cuma berfikir bagaimana mau nikah, saat ini kerja aja ga, ga jadi nikah apalagi ini nganggur.
Namun beda seteah Idul Fitri keluarga istri telepon bahwa nikah harus bulan september. 

Saya hanya bisa diam dan hanya bisa bilang siapp dan iya.

Bingung dan ga punya dana besar, kebayang tradisi kita nikah itu bagaimana apa lagi saya dari Garut - Jawa Barat dan Nikah harus di Lampung, mikir ongkos, mikir biaya tidak terpikir sama sekali dari mana dapatnya. 

Saya tidak curhat sama siapapun walaupun saya anak bungsu mungkin jika bilang ke keluarga pasti dibantuin. Cuma terus memikirkan sesuatu akhirnya saya hanya bisa diam tidak bilang ke siapapun termasuk orang tua saya pribadi.
Saat saya membuat surat pengantar nikah dari kator Desa dan orang tua tau akhirnya nanya apa itu? Akhirnya saya bilang Surat Nikah dari Desa. 

Papah saya cuma diam ga komentar apapun. Besoknya saya dengar dari kakak saya bahwa Papah saya bilang "Si Ujang mau nikah, berani amat emang mau dikasih makan apa anak orang, kasih rumput". Dengar itu saya hanya diam. 

Saya gak mau suudzhon sama orang tua sendiri saya hanya diam dan minta petunjuk sama Allah SWT. Tiba2 ada telepon dari teman di Jakarta untuk tawaran kerja, tgl 30 Agustus 2016 saya ke Jakarta dengan dana dari rumah hanya punya 300 ribu izin ke orang tua buat kerja. 

Tanggal 31 Agustus 2016 saya langsung meluncur ke Pekanbaru karena kerjaan saya ternyata untuk di Pekanbaru walaupun kantornya ada di Jakarta. 

Tanggal 22 September adalah hari dan tanggal pernikahan saya hanya pasrah saja selama datang di Pekanbaru , karena gak mungkin baru masuk kerja masa harus kasbon buat nikah. Lagian mas kawin sama barang bawaan / seserahan bakal perlu banyak duit juga masa saya harus berhutang. Mana di kantong tinggal ada dana 200 ribu itu buat bertahan hidup di Pekanbaru lagi. 

Terus nenangin diri dengan pasrah, sampai ada kabar bahwa papah saya mau gadein SK PNS nya buat saya nikah namun di telepon saya marah jika SK PNS Papah harus Masuk Ke Bank meningan saya gak perlu nikah sekarang. 

Sedih emang saat itu cuma Allah Maha Kaya tiba calon istri ku telepon gak usah mikir apa2 sudah datang saja ketemu orang tua saya. Kurang PD rasa khawatir rasa malu takut bercampur jadi satu. 

Tapi saat kita Pasrah Allah itu akan membukakan jalan. Bayangkan saja saya belum nerima gajian dari tempat kerja karena kerja saja baru awal bulan, namun saya bisa pergi ke Lampung dari Pekanbaru lalu saya bisa ongkosin saudara2 dari Bandung - Lampung untuk Pulang Pergi. 

Skenario Allah itu Asyik dan Alhamdulilah setelah nikah saya hidup berdua sama Istri di Pekanbaru dari September 2016 smpai sekarang bahkan ke khawatiran orang tua "Masa Anak orang mau dikasih makan rumput tidak akan terjadi malah bersyukur bisa makan penuh nikmat walau dalam kesederhanaan.

Atas Izin Allah Atas Ridho-Nya juga yang tadi hanya pengangguran selain lagi  belajar Online Alhamdulilah dipercaya sebagai Project Manager buat proyek Hotel di Pekanbaru.

Yakin dan putus asa, perbesarlah rasa yakin jangan pernah putus asa mengecilan keyakinan tapi keyakinanlah yang harus menghapus rasa putus Asa. Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.

Baca juga kisah yang lainnya KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.23

Postingan terkait: