KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.14





Assalamualaikum, 
Maaf kalo ceritanya pendek, karena saya tidak jago menulis.
Saya Lian, Ibu rumah tangga dengan 1 anak, perempuan. Kekuatan doa yang paling saya rasakan adalah ketika saya memohon pada Allah, saat saya hamil untuk ke 3 kalinya. Kenapa harus menunggu saat hamil untuk ke 3 kalinya? Begini ceritanya, 2 bulan setelah menikah, Alhamdulillah saya hamil, tapi 3 bulan kemudian, saya pendarahan, dan harus di kuret. Saya sangat sedih, mengingat saat itu adalah masa hamil pertama saya. 6 bulan kemudian,Alhamdulillah saya hamil lagi, tetapi tetap saja,saya mengalami pendarahan/flek di setiap kehamilan, dan di usia kehamilan 4 bulan, saya harus di kuret lagi. Saya berusaha tabah. Saya hanya berpikir, anak2 saya adalah anak2 yang beruntung. Mereka sudah bisa kembali ke surga, ke tempat yang paling mulia. Walupun di dalam hati, saya sangat sedih. 9 bulan kemudian, Alhamdulillah saya hamil lagi, pendarahan tetap ada, tapi saya optimis. Do'a saya hanya 1 waktu itu, saya ingin hamil dengan sehat, melahirkan dengan selamat, baik ibu dan anak.dan berdoa,kelak anak itu nanti menjadi anak yang sholeh, serta dapat bermanfaat bagi orang2 d sekitarnya.
Dan di usia 7 bulan kehamilan, saya sudah resign, karena posisi janin sudah pas, dan tiap di buat jalan, rasanya si adek udah mau mluncur aja.
Alhamdulillah, d usia kehamilan 9 bulan pas, saya melahirkan dengan selamat, normal. Sebuah do'a yang di kabulkan oleh Allah SWT. Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.

Wassalam.





Bimillah.
Cerita ini bukan mengenai do'a materi yang terkabulkan, tapi mengenai......silahkan di simak ya.
Donggala, 2012 pukul 20.00 WIB. Saya mau menuju Kota Palu (Ibu Kota Prop. Sulteng) dengan jarak 72km. Dan saya pun berdo'a, Ya Allah berikan kelancaran perjalanan hamba-Mu. Namun baru menempuh jarak 1 km Motor (pinjaman) yang saya pakai tiba2 mogok, kondisi lokasi waktu itu di Desa Enu sangat sepi hanya ada 3 rumah dipinggiran jalan itu. Saya mendorong motor sekitar 50m sampai saya bertemu dengan seorang Bapak yang ikhlas memperbaiki motor saya. Alhamdulillah motor hidup tapi dengan kondisi seperti motor yang akan kehabisan bensin (mungkin Anda pernah rasakan) saya terus memacu motor itu menuju Palu dengan kondisi motor yang seperti itu dengan melalui beberapa gunung dan jalanan sepi. Alhamdulillah dengan waktu 3 jam saya sampai di Palu pas depan lorong rumah teman saya si pemilik motor. Anehnya, tepat di depan lorong itu motor tadi mogok kembali, dan keesokan harinya diservice dibengkel dengan biaya Rp 650.000 dengan cara patungan dengan teman pemilik motor.

Beberapa hari saya terus berpikir, bagaimana bisa motor itu dalam keadaan seperti kehabisan bensin bisa menempuh jarak 72km tapi tidak mogok dan kenapa sampai ditujuan baru mogok??

Tak beberapa hari saya pernah membaca surah di Al-Qur'an mengenai sedekah, Maka Allah akan menggantikannya berlipat ganda........ Tiba2 saya teringat akan pertolongan saya kepada 2 orang pengendara motor di kota Palu sekitar pukul 23.12 tahun 2012, saya sedang mengendarai motor di jl. Soekarno-Hatta saya mendapati 2 orang yang sedang mendorong sepada motor. Saya pun singgah dan bertanya apa yang terjadi, ternyata bensin motor itu habis dan jarak kios yang jualan bensin kurang lebih berjarak 800m, saya pun berinisiatif membelikan bensin botol dan kembali lagi kepada ke dua bapak itu. Kami pun mengisi bensin motor itu dan Alhamdulillah motor kembali hidup.. Bapak itu berucap "Isnya Allah, diganti sama Allah kebaikannya Komiu" saya berkata Insya Allah Pak. Alhamdulillah.

(Komiu = Kata, pengganti ANDA dalam dialeg suku Kaili. Komiu memiliki makna menghormati)..





Bismilah.
Ini kisah saya beberapa tahun yang lalu ketika kelas 3 SMK. Sebelum lulus banyak cita cita yang ada di benakk saya. Tapi yang paling utama cita cita saya pingin ngebahagian orang tua dan ingin nyekolahin adik saya kuliah. Singkat cerita di tempat saya sekolah ada test magang ke jepang '' memang itu program sekolah saya ,kebetulan saya ambil jurusan tekhnik kapal ikan. tapi test itu di lakukan di sekolah lain.
Pada saat test tersebut harapan saya besar banget semoga bisa keterima magang ke jepang dan saya pun mengikuti test tersebut tahap demi tahap , test tersebut sangat sulit, peserta testnya pun sangat bnyak ratusan. Hari demi hari saya mengikuti test tersebut dan di akhir test Alhamdulillah saya nggak lolos, tapi saya masih bisa mengikuti tahap ke 2 yang di lakukan di tangerang, kecewa sih,..sempat saya berfikir kok Allah nggk adil padahal tujuan saya mulia. Pihak sekolah pun menyarankan saya untuk mengikuti test di tangerang tapi dengan biaya yang besar. Pikiran saya duit dari mana, duit segitu banyak. Dan pada suatu ketika ada kawan saya mengajak ikut seleksi ke jepang dengan perantara yang lain , saya pun mengikuti seleksi tersebut sampai akhir dan akhirnya saya lolos dan malah kawan saya tidak lolos. Pikiran saya pun bimbang soalnya seleksi yang saya ikuti kali ini perusahaan yang baru, secara yang test cuma beberapa orang saja dan tepatnya pertemuannya di hotel, Saya berpikir ini pasti abal abal dan pasti ujung2nya penipuan. Makanya saya cuek aja, keluarga saya sederhana, penghasilan bapak pun cuman cukup buat biaya sekolah saya dan adik adik. Urusan makan tiap hari Alhamdulilah ada sedikit rejeki dari ibu yang kadang menjahit.
Singkat cerita ... di mulailah pertolongan Allah, suatu hari bapak pingin kerja ke luar negeri beliau ingin merubah ekonomi keluarga karena kebetulan kurang beberapa tahun lagi adikku juga lulus SMA , beliau pun nekat dengan menjual tanah untuk modal biaya berangkat ke luar negeri pengurusan pun dimulai. Pergi berangkat ngurus berkas ini dan itu, Alhamdulillah pertolongan Allah pun datang dengan ujian-NYA. Bapak saya ketipu semua uang pengurusan hilang di bawa calo tersebut. Otomatis harapan keluarga yang tadinya bapak bisa berangkat tapi kini sirna, ujian Allah pun datang lagi, ibuku melihat ekonomi keluarga yang semakin hari semakin terpuruk berniatlah beliau keluar luar negeri juga dengan tujuan ke Perusahaan di Surabaya dengan nekatnya beliau berangkat dengan meninggalkan adik saya yang masih kecil. Berhari hari saya berdo'a kepada Allah, sholat tahajud dan berharap pertolongan datang dari-NYA. Allah pun tak henti hentinya menguji keluarga kami tapi suatu hari saya pun nekat menelpon ibu untuk pulang supaya merawat adik saja di rumah supaya aku saja yang kerja. Soalnya adik juga masih kecil dan aku pun berniat nekat kerja ke Bali. Ketika aku mempersiapkan diri untuk berangkat kerja ke bali dan tiba tiba pertolongan Allah pun datang. Ada 2 orang pemuda yang ke rumahku membawa berita menyuruh aku berangkat ke jepang dan jujur aku sdah lupa bahwa dulu pernah ikut seleksi lagi yang ke 2, soalnya udah ada hampir 1 tahun berlalu. Subhanallah.
Singkat cerita ...aku pun mengikuti 2 orang kawan yang ke rumahku itu untuk mengikuti less bahasa dan pngurusan dokumen. Dan yupps.... selang beberapa bulan aku pun berangkat ke negeri sakura 

'' jepang '' yg dulu di benakku tak mungkin bisa aku kerja ke sana . Dan Alhamdulillahh ekonomi keluarga pun berangsur angsur normal dan aku juga bisa menyekolahkan adikku hingga kuliah. 
''Puji syukur kupanjatkan kepada Allah hingga saat ini dan banyak banyak terimakasih kepada Allah'' dan masih banyak lagi pertolongan Allah kepadaku. Alhamdulilah.





" Ya Allah, hamba-MU memohon mudah-mudahan saya keterima PNS. Kalau boleh memilih, saya keterima PNSnya yang di pusat ya Allah, tapi kalau rejeki saya keterimanya PNS di daerah, Alhamdulillah juga ya Allah" itu adalah do'a yang sering dan selalu saya ulang-ulang di setiap kesempatan saat saya dulu masih mengikuti seleksi CPNS di instansi Kementrian (pusat) dan ikut juga seleksi di daerah. Tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan PNS di daerah, saya beralasan karena saya saat itu telah merantau sejak Mts/SMP hingga bekerja di tanah Jawa.
Singkat cerita setelah saya melalui serangakaian seleksi, ternyata saya belum diamanahi oleh Allah SWT untuk berkarir sebagai PNS di kementrian, namun karena do'a saya dan kedua orang tua saya klop agar saya diterima sebagai PNS, Alhamdulilah saya diterima sebagai PNS di daerah, saya pun sangat bersyukur atas anugerah yang diberikan ini.
Tidak terasa sudah 2 tahun berjalan saya berkarir dengan bahagia sebagai PNS di daerah, tiba-tiba saya dikejutkan dengan informasi bahwa ada sebuah peraturan yang mengharuskan PNS yang memiliki jabatan seperti saya wajib dialih-status kan sebagai pegawai kementrian, sederhananya saya akan dijadikan sebagai pegawai pusat. Sontak saja saya kembali teringat dengan do'a saya bertahun-tahun yang lalu (isi doa saya ada pada paragraf pertama) dan pada momen isi saya merenung, sangat lama saya merenung dan tersadar bahwa Allah SWT ternyata masih menyimpan do'a-do'a saya, dan pada momen ini saya juga makin tersadar bahwa banyak dari rezeki, baik berupa jodoh, jabatan, harta, relasi dan peluang lainnya yang telah saya peroleh merupakan jawaban dari do'a-do'a saya, karena semua rezeki tersebut belum satu pun saya miliki 3 tahun yang lalu. 
Alhamdulillah, melalui tulisan ini saya mengajak pembaca untuk terus berdoa, terus ulangi do'amu kawan, karena saya akui tidak semua do'a selalu saya ulang-ulang di tiap kesempatan, kadang ada yang hanya terucap dalam hati, terucap kalau teringat atau ada pula do'a hanya yang terucap saat saya membaca buku/opini/status yang dituliskan dengan baik oleh orang-orang yang saya kenal dan tidak saya kenal. Kita tidak tahu do'a mana yang ternyata diijabah dan diwujudkan Allah SWT dalam cara-cara yang tidak disangka-sangka, percaya saja firman Allah SWT “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan kepadamu” dan saat do'amu terwujud teman, “Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan”. Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.





Ketika hendak menulis kisah ini terasa berat antara menulis dan tidak, tapi barang kali kisah ini bisa memotivasi kembali saudara2 yang pernah mengalami seperti yang juga saya pernah alami.

Setiap orang tentu menginginkan buah hati hadir ke dunia ini, namun Allah kadang menundanya sampai batas mana kesabaran dalam menanti kehadiran buah hati.
Lima tahun bagi kami penantian yang tidak sebentar walau bagi orang di sekeliling di anggap biasa, betapa tidak perjuangan tidak mengenal lelah harus kami lalui dari satu kota ke kota lain, kami tempuh dengan suka dan duka harap dan cemas selalu menyertai.
Tidak peduli sudah berapa banyak biaya yang kami keluarkan tidak kami persoalkan walau harus jual harta warisan.

Cibiran kanan kiri sudah biasa kami dengarkan, sebagai pasangan yang mandul-lah, sudah tua-lah (saya menikah di usia 40) sudah menjadi santapan sehari2. Panas memang telinga terdengar kata2 itu tapi bagi kami sebagai ujian kesabaran.
Dari satu dokter ke dokter lain sudah menjadi hal biasa. Ada satu peristiwa dimana kami rasakan bagai disambar petir, dari serangkaian hasil lab kami dinyatakan tidak akan mempunyai keturunan. Sungguh ucapan dokter itu bagai petinju yang menghatamkan pukulan mematikan ke arah kami, kulihat wajah istriku dengan wajah memelas dengan mata berkaca2 menahan tangis yang hampir meledak, dan benar juga sesampai di mobil ledakan benar2 terjadi ...Allahu Akbar.
Saya biarkan dia tenang, saya biarkan nangis sejadi2nya, setelah keadaan terkendali saya tenangkan istri, saya hibur istri. saya katakan
"Siapa yang lebih pintar dari dokter itu..?
Bagi Allah kalau sudah bilang Jadilah maka Jadilah...Kun Fayakun.
Ingat kisah Nabi Zakaria...penantian yg begitu lama namun Allah kabulkan juga", 

begitu kata2 ku terucap walau hati ini sedang merintih.

Disaat dalam duka yang mendalam ada teman istri yang memberi tahu ada dokter yang khusus menangani kondisi kami berdua, kami menjalani serangkaian tahapan medis selama satu tahun penuh tanpa henti, entah sudah berapa biaya yang kami keluarkan sampai pada suatu titik dimana biaya sudah tidak ada lagi untuk melanjutkan pengobatan.

Saat itu bertepatan bulan Ramadhan, dalam kondisi ini kami sudah benar2 dalam kondisi pasrah total sama Allah ( maaf dlm menulis kisah ini saya sempat menitikkan air mata)...apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak Allah.
Saya ajak istri untuk bermunajad dihadapan Allah, saat manusia tertidur lelap saya ajak istri ke Masjid untuk beriktikaf.
Saya meyakini seyakin-yakinnya Allah Maha Berkehendak...
Allah Maha Mengabulka Doa...
Sudah...sudah pasrah.

Saat itu masih ingat di bulan Syawal, Istriku telat hampir dua pekan, dengan agak gemeteran istriku menunjukkan test pack padaku ada strip dua terlihat, sungguh antara percaya dan tidak, Allahu Akbar. Langsung malamnya ke dokter langganan kami, begitu kami tunjukkan hasil test pack sungguh tidak kalah terkejutnya...Allahu Akbar….langsung USG intravagina dan benar saya melihat sendiri ada denyut kehidupan disana..Subhanallah.
Begitu bersyukurnya kami, 
Akhirnya perjuangan yang begitu melelahkan Allah Kabulkan, tidak tahu dari pintu mana Allah kabulkan,...dari pintu sedekah atau munajad dibulan Ramadhan yang penuh berkah....Subhanallah.

Begitu kisah kami, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat hidup bagi saudara yang mengalami peristiwa seperti kami.
Semoga penuturan ini bukan perbuatan riya bagi kami.
Allah Maha Pengampun. Dan inilah kisah do'a do'a yang dikabulkan.

Inilah anakku yg saya ceritakan sdh berumur dua tahun...subhanallah




Baca juga kisah yang lainnya KISAH DO'A DO'A YANG DIKABULKAN Bag.15

Postingan terkait: